Masjid Bersejarah Di Kota Jambi

Silsilah raja-raja Jambi yang ditulis oleh Ngebih Suto Dilago Priayi Rajo Sari, seorang tokoh dari kerajaan ke-12 Jambi, menulis Putri Selaro Pinang Cook, seorang anak Rajo yang diturunkan dari Pagaruyung di Rajakan di Jambi.

Dari Pinang dalam bahasa Jawa (Sunda), diucapkan Jambe, sehingga dicurigai oleh banyak orang sebagai asal kata Jambi.

Masjid Bersejarah Di Kota Jambi

Identifikasi ini menunjukkan bahwa kata Jambe-Jambi terlibat pada abad ke-15, yaitu pada masa Putri Selaro Pinang Cook yang memerintah kerajaan Jambi Tahun.

Baca Juga: Jasa Pembuat Kubah Masjid Di Bogor

Pilar-pilar ambang putih mendukung atap masjid dan bentuk dua tiang berbalut tembaga dan kubah adalah tiang bentik kedua. Bagian kubah memiliki garis dekoratif yang sebanding dengan garis bujur dan garis lintang.

Sultan Thaha No. 60, Desa Legok, Distrik Telanaipura, Kota Jambi, Provinsi Jambi. Kota Jambi dan Provinsi Jambi dikenal dengan Sungai Batanghari, sungai terbesar di Pulau Sumatra. Kota Jambi memiliki masjid besar dengan nilai sejarah tinggi, “Masjid Agung Al-Falah” atau “Pilar Seribu Masjid”. Julukan itu datang dari para migran yang singgah di masjid ini dan dikejutkan oleh puluhan atau bahkan ratusan pilar yang menopang atap masjid.

Belanda tahu bahwa Masjid Batu adalah warisan Sayyid Idrus, salah satu sultan Jambi dengan gelar Pangeran Wiro Kusumo. Dengan asumsi bahwa masjid tersebut bernilai sejarah sebagai masjid Sultan, partai kolonial mengambil alih pembangunan masjid pada tahun 1937. Dana jatuh dari sisi kolonial dan pembangunan sepenuhnya di bawah kendali Belanda. Masjid Al-Ikhsaniyah Jamik didirikan pada tahun 1880 oleh Sayyid Idrus bin Hasan Al-Jufri. Sayyid Idrus, seorang penyebar agama Islam di Jambi berjudul Pangeran Wiro Kusumo.

AKURAT.CO, masjid 1000 tiang atau Masjid Agung Al-Falah, adalah masjid terbesar di Provinsi Jambi. Masjid ini terletak di tepi Sungai Batanghari, sungai terpanjang di Sumatera. Dari luar, masjid ini seperti paviliun terbuka dengan kubah besar di atasnya. Namun, konsep itu diciptakan untuk menghasilkan konsep ramah bagi setiap pengunjung atau jemaat yang datang untuk beribadah.

Di sisi lain, arsitektur masjid yang didominasi oleh pos-pos ini bisa menjadi tempat instagramable. Jambikita.id – Kota Jambi memiliki ikon wisata berupa masjid ‘seribu’, Masjid Agung Al-Falah, yang terletak di Jalan Sultan Thaha Syaifuddin Nomor 60, Kabupaten Legok. Tidak jauh dari Pasar Angso Duo dan Sungai Batanghari, masjid ini terlihat indah dan unik karena tidak memiliki dinding atau pintu. Sepintas, bangunan masjid ini seperti paviliun terbuka dengan banyak pilar dan kubah besar di atasnya.

Bentuk bangunan dengan konsep keterbukaan tanpa jenis isolasi ini memberi kesan ramah.

Masjid itu, yang sampai sekarang disebut Masjid Kaki seribu dan kebanggaan komunitas jambi, berdiri di atas tanah seluas sekitar 26.890 meter persegi, atau lebih dari 2,7 hektar. kemudian untuk bangunan utama sekitar 6.400 meter persegi dengan ukuran 80 mx 80 m.

Dengan ukurannya yang agak besar, masjid ini bisa menghubungkan lebih dari 10 ribu jemaah sekaligus. Masjid Al-Falah, Jambi atau biasa disebut sebagai “Masjid Seribu Pilar”, terletak di Jln.

Sementara luas masjid sekitar 6.400 m2 dan ukuran 80x80m dan dapat menampung hingga 10.000 jamaah. Sekilas kolom masjid putih ini menyerupai tiang masjid agung di kota Roma.

Karakter unik lain juga muncul, yaitu, masjid ini tidak memiliki pintu atau jendela. Tetapi Sultan Thaha sebenarnya menyerang surat Belanda terlebih dahulu di daerah Kumpe. Pasukan Belanda membalas dan mendaratkan kompleks Kastil Pilih Tanah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *